• Selasa, 31 Januari 2023

Krenn... Sanggar Seni Bako Lantang Membuat Penonton Terpelonggo

8 Desember 2022
Pada acara Nyusur Budayo #2 ini menampilkan sanggar seni Bako Lantang yang membuat para penonton merinding dan terpelonggo mendengar para pemain memainkan alat musik. Sementara suara merdu Marwan lagi melengking saat bernyanyi membuat para tamu undangan merinding. " MasyaAllah... Bako Lantang ini memang kren. Apalagi penyanyinya sangat menyentuh hati," ungkap Raiz. Kata Raiz Kabupaten Batanghari patut berbangga mempunyai sangar seni Bako Lantang dari Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi. Karena Bako Lantang adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama. " Ini yang harus di support , karena Bako Lantang membawa nama harum daerah kita, " sebut Raiz. Sanggar seni Bako Lantang bersama datuk Yusuf Gayos membawakan lagu karangan beliau yang berjudul 1.Selendang Mayang yg dinyanyikan oleh Marwan Al-Rifqii, 2. Beranyut Tengah Malam dinyanyikan oleh Rika 3. Mak Inang dinyanyikan langsung oleh datuk Yusuf Gayos 4. Kaylana yang dinyanyikan oleh Rika, Alma dan Marwan Pada kegiatan tersebut datuk Yusuf Gayos juga mendapat Anugrah Budaya pada kegiatan Nyusur Budayo #2 oleh Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Batanghari atas kontribusi beliau yang sangat besar pada kesenian kabupatenBatanghari. Adapun sangar seni Bako Lantang ini rintisan Suhaili (49) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Batanghari ( PNS Batanghari ). Ia diterima menjadi abdi negara sejak 1997, lahir di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, 15 Mei 1971 ( PNS ganteng ). Suhaili rela membagi waktunya antara pekerjaan sebagai PNS dan penggiat seni di kampungya Rambutan Masam. Kini Suhaili menjabat sebagai Kasi Seni Budaya dan Perfilm di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Batanghari. Perlu diketahui, sanggar seni Bako Lantang ini mempunyai Tari Ngebeng, yang mana Tari Ngebeng ini sudah masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbudristek

Video Lainnya

\
X